Role ini yang pernah kami lakukan di periode rekruitmen GCC RSMT periode 1. Pasca rekruitmen, sejumlah relawan ditraining dalam kelas dan kemudian dilanjutkan dalam magang.
Alhamdulillah metode ini masih terus kami kembangkan. Insyaallah tahun ini sedang membuat beberapa draft model rekruitmen, sebab ada banyak lulusan yang sudah mulai pulang sejak tahun 2018 lalu. Banyak lagi tumpukan lamaran yang menunggu untuk diproses. Menunggu untuk menggantikan posisi-posisi yang kami tinggalkan.
Salah satu hal yang melatarbelakangi rekruitmen model di GCC RSMT memang sebuah masalah dikotomis. Di satu sisi kami memiliki banyak pekerjaan untuk dibagi, di sisi lain kami melihat banyak lulusan terbaik perguruan tinggi yang tidak terserap di skema-skema open recruitment resmi di berbagai peluang yang kami buka. Ini tidak saja di RS atau Akademi tempat saya bekerja, namun juga di MSC, yayasan pendidikan dan LKP milik keluarga kami.
Setiap kami melakukan open recruitment secara resmi (yang itu berkonsekuensi logis dalam hal penggajian), masih saja selalu tersisa jumlah pendaftar-pendaftar berikutnya. Setiap kali muncul tumpukan lamaran yang tidak terangkut. Padahal di sisi lain, kami memang sebenarnya merasa ada banyak kebaikan yang bisa dilakukan oleh mereka.
Istilah mudahnya, pekerjaannya banyak sekali, tapi kami tidak selalu siap untuk menggajinya. Kami alhamdulillah dikarunia kemudahan untuk melihat potensi kebaikan yang dimiliki seseorang. Fokus di kelebihan mereka, namun untuk langsung bisa menggaji sebagai karyawan tetap tentunya ada batas-batas yang harus kami perhatikan. Sebab kami bermain di angka 10% sisa hasil usaha untuk pengembangan ini.
Maka, yang kami lakukan adalah :
1. Open recruitmen di skema magang.
2. Training di skema magang
3. Magang beneran. Pasca magang, kami berusaha mengantarkan mereka ke dunia bekerja atau berwirausaha yang sebenarnya. Saat ini kami di MSC juga sedang mengembangkan kerjasama dengan platform karirmu dan sekolahmu. Harapannya, makin banyak yang terserap ke dunia bekerja maupun berwirausaha.
4. Jika kemudian dari skema magang itu mereka menjadi lebih pinter, lebih terdeteksi kemampuan-kemampuan tersembunyi dan potensial untuk dikembangkan seta menghasilkan cuan yang cukup untuk menggaji mereka, kami akan dengan senang hati bersyukur bisa menggaji mereka atau membekali mereka dengan modal untuk berwirausaha.
Intinya, makin banyak yang mengawali dengan skema ini kami makin bersyukur. Alhamdullillah.
Jadi, akhirnya metode ini kami gunakan berganti-ganti.
1. Rekruitmen, Training, Magang.
2. Magang, Training, Rekruitmen.
3. Training, Magang, Rekruitmen.
Pola ini insyaallah akan terus kami uji cobakan, hingga melahirkan manajer-manajer (Human Resources Development) HRD yang handal. Sebab passion kami sebenarnya memang pada proses pendampingan untuk membuat ybs menjadi lebih berdaya. Makin banyak manajer HRD yang terbentuk dari skema kami, makin banyak bisnis yang bisa dibuka. Manajer HRD yang dimaksud di sini adalah manajer HRD versi GCC RSMT ya..meskipun nanti beda-beda nama bisnisnya.
Intinya dia manajer yang berfokus untuk menumbuhkan orang yang diamanahkan padanya. Fokus pada peningkatan timnya, fokus di peningkatan bisnis dan GA (General Affair) namun juga selalu berusaha meningkatkan skill kompetensi pribadinya. Tetap bercahaya dan bermanfaat sebagai investasi akhirat untuk kedua orangtua dan para pendidiknya. Begitu prinsipnya.
Sesederhana itu konsepnya. Bisa dipahami kan ya?