Total Tayangan Halaman

Jumat, 14 September 2018

GCC untuk Menyambut Era Rujuk Online

Pada saat konsep mengenai rujuk online BPJS bergulir, BMP  RSMT merespon dengan menyiapkan beberapa konsep agar masyarakat tetap dapat mendapatkan layanan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung dengan nyaman. 
Beberapa masalah yang mulai bermunculan  di seputar area rawat jalan, poliklinik dan IGD perlu pensikapan. Antara lain adalah terkait bridging sistem  informasi layanan yang masih perlu penyempurnaan dan penyiapan petugas yang memberikan  pelayanan di area depan.  

Masalah  pemasaran, citra baik dan mutu pelayanan memang selalu menarik untuk dibicarakan. Baik dalam konsep maupun tataran realita. Hasil pemasaran agresif yang dilakukan oleh rekan-rekan petugas pemasaran humas dakwah (PHD) akan benar-benar menjadi pasien loyal ketika pemberi layanan yang menerima berkualtias prima. Demikian juga sebaliknya. Jika layanan prima sudah dilakukan dan pasien yang datang mendekat banyak,  maka total pasien yang dilayani pun akan semakin banyak. Rumusnya : Semakin banyak yang dilayani akan semakin efektif dan efisisien sumber daya yang digunakan. Rumus ini sudah disepakati secara umum. Termasuk di RSMT. 

Maka berikut beberapa hal yang disiapkan BMP untuk menyambut konsep tersebut : 
1. Memastikan jejaring dengan FKTP dan dokter keluarga aman. Salah satu yang dilakukan adalah membina hubungan baik. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain, gathering dengan perujuk, mini seminar, bersinergi  dalam berbagai kegiatan  seperti  germas, menjadi panitia HKN, menjadi pemateri sesuai permintaan DKK dsb, mengoptimalkan potensi petugas RS menjadi pemateri di Puskesmas, bersegera memberikan balasan rujukan (surat) ke perujuk dsb.  Peran petugas PHD dan kurir surat sangat dibutuhkan di sini. 

2. Menyiapkan sistem informasi yang memungkinkan ter link dengan baik sistem rujuk pasien yang ada di RS dengan yang ada di Puskesmas. Kegiatan yang dilakukan : membuka pembicaraan tentang  prestasi RSMT dalam hal lean manajemen hospital (pemanfaatan IT untuk meringkas  alur kerja di pendafataran sebagai prestasi di tingkat Jateng). Saat ada puskesmas yang merespon, maka petugas IT mencopy software untuk dioprek kemungkinan tersebut. Kegiatan yang dilakukan manajer BMP, diskusi dengan ka bid dan ka sie yang membidangi. Kefahaman arah penggunaan teknologi sangat dibutuhkan di sini. Maka, peran IT menjadi sangat besar dalam program kedua ini.  

3. Menyiapkan "jalan pulang kembali ke RS" melalui sms gateway mengingatkan waktu kontrol, dokter praktik, dsb. Operator telepon yang banyak berperan di sini. Database yang digunakan adalah yang input dari rekan-rekan rawat inap dan poliklinik. 
  
4. Menyiapkan  pendampingan di masyarakat. Sehubungan dengan masalah sistem baru (online), ada kemungkinan masyarakat yang merasa butuh periksa di RSMT tidak bisa  mendapat pelayanan yang semestinya karena online yang diklik di FKTP adalah bukan RSMT. Pasien yang sudah  paham betul bahwa memilih FKTRL itu memungkinkan, akan bisa mengadvokasi dirinya sendiri. Namun yang belum, akan sampai ke RSMT tapi di sistem terujuk ke RS lain. Butuh organ pendampingan RS yang banyak terutama di area 15 km seputar RS jika fokus  RSMT adalah melayani di area ini. 
Butuh banyak sumber daya tambahan di sini karena petugas PHD, operator telepon dan IT sedang konsentrasi di no 1, 2, 3.  Maka, alternatif  berikutnya adalah optimalisasi jejaring relawan. 

5. Relawan bisa bergerak efektif ketika ada program dan kegiatan yang jelas. Harus ada  bentuk yang clear dan simpel dalam menjalankan fungsi pemasaran yang nomer 4. Rekruitmen karyawan baru  jelas bukan merupakan kebijakan yang populis. Maka, Open Rekruitment dengan memanfaatkan nama dan program  GCC adalah alternatif yang paling sederhana. Dengan tujuan yang sama, dengan alternatif kegiatan yang serupa, GCC punya kans untuk melaksanakan peran pemasaran yang nomer 4. 

Maka, berdasarkan hal tersebut maka GCC diajukan sebagai salah satu alat untuk Menyambut Era Rujuk Online dengan solusi win win untuk semua. Semoga Allah SWT ridho. Aamiiin. 
  

Konsep Awal ttg Gidhza Care Center (Juni 2011)


KERANGKA ACUAN PROGRAM
OPERASIONALISASI GIDHZA CARE CENTER
RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG
Juni 2011-Mei 2014
I.                   Pendahuluan

Kinerja rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik perlu didukung  kegiatan-kegiatan inovatif yang  dapat meningkatkan minat  masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatannya. Kegiatan inovatif yang dimaksudkan antara lain adalah kegiatan promosi kesehatan di rumah sakit. (Dirjen Yanmed, 2006).

Kebijakan Nasional mengenai Promosi Kesehatan  diatur dengan  Kepmenkes no 1193/Menkes/SK/X/2004 dan Kepmenkes 1114/ Menkes/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Petunjuk teknis mengenai Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) diatur dengan Kepmenkes 1426/MENKES/SK/XII/2006.


II.                Latar Belakang

a.       Terkait  Stratejic RS 10-20 tahun yang akan datang.
Masalah kesehatan yang terkait gizi saat ini semakin kompleks. Di Indonesia, masalah kesehatan terkait gizi ini akan semakin komplek dan akan bertambah kompleks sampai beberapa decade yang akan datang. Hal ini berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Gizi kurang (undernutrition) menjadi permasalahan yang harus segera ditanggulangi agar tidak terjadi lost generation. Di sisi lain, perubahan pula hidup telah pula mengakibatkan permasalahan gizi lebih atau overnutrition.

Saat ini sehat tidak lagi dimaknai sebagai sebuah kondisi tidak sakit namun kondisi sehat sejahtera jasmani, ruhani, social, ekonomi (WHO, 1999).   

RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan  terbesar di Kabupaten Temanggung perlu memikirkan sebuah nilai tambah bagi pelayanan sempurna kepada para pelanggan. Sebagai sebuah amal usaha yang juga harus dikelola secara lebih professional sebagaimana sebuah perusahaan sudah waktunya RS PKU Muhammadiyah Temanggung berpikir memfasilitasi orang sehat untuk menjadi lebih sehat lagi. Terkait dengan melayani orang sakit (bidang kuratif),  RS PKU harus kembali ke khittoh awalnya sebagai lembaga sosial  sehingga benar-benar membantu warga yang kesulitan dalam  hal biaya kesehatan maka biaya untuk orang sakit harus ditekan seminimal mungkin. Sebagai penyeimbangnya, karena petugas yang ada di dalamnya juga harus memperoleh kesejahteraan yang baik maka dilakukan dengan melayani lebih banyak lagi orang sehat yang ingin menjadi lebih sehat lagi.
Hal ini insyaallah  lebih menguntungkan dan lebih berkah. RS tidak lagi berharap pada orang sakit tapi justru membantu orang sakit sementara produk  yang dijual dan memberikan keuntungan adalah produk jasa dan atau barang yang dijual kepada orang sehat.
RS PKU sudah harus mulai mengubah paradigma sebagai rumah sehat, yaitu rumah untuk meningkatkan kesehatan.
Sebagai embrionya, penanganan RS sebagai rumah sehat ini meliputi :
·         Menekankan pada perlunya mempromosikan betapa pentingnya kondisi sehat untuk dijaga melalui makanan dan pola hidup sehat (bisa mempromokan unit gizi, fisioterapi, klinik estetis, klinik tumbuh kembang, laboratorium, dsb).
·         Memudahkan klien untuk memperoleh makanan sehat yang dimaksudkan. (katering gizi, minimarket makanan sehat, dsb).
·         Memberikan kesempatan lebih banyak kepada masyarakat untuk memahami ilmu gizi sehingga dapat lebih sehat melalui makanan. (PKRS, penyuluhan kesehatan di masyarakat, di sekolah, di  pesantren, pengajian dan sentra-sentra kesehatan masyarakat yang lain).  

b.      Terkait situasional RS saat ini sebagai sub system dari Sistem Kesehatan Nasional  
RS PKU Muhammadiyah Temanggung dalam kegiatan PKRS atau yang selama ini disebut PKMRS telah menunjuk unit Humas RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai pelaksana kegiatan tersebut.

Gidhza Care Center ini dimaksudkan sebagai bagian dari RS yang kelak akan bersinergi dengan unit Humas dan semua unit di RS sebagai Center untuk Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Bidang Gizi. Sinergi yang baik ini diharapkan kelak dapat mendorong  RS PKU Muhammadiyah Temanggung menjadi Rumah Sakit Promotor Kesehatan (Health Promoting Hospital).

Hal ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dan menjadi salah satu upaya masyarakat profesi gizi mendukung pencapaian MDG’s 2015. Fokus sasaran utama dalam kegiatan Gidhza Care  Center adalah ibu dan anak. Sasaran berikutnya adalah lansia.

III.             Tujuan
1.      Memberikan  tambahan muatan dalam kegiatan PKRS.
2.      Mendorong pasien, klien RS dan masyarakat  agar mau dan mampu untuk lebih mandiri dalam menangani masalah terkait Gizi dan Kesehatan.

IV.             Kegiatan Pokok
Kegiatan Pokok dalam Gidhza Care Center adalah pengembangan gizi sebagai upaya pemberdayaan kesehatan masyarakat RS.  

V.                Cara Melaksanakan Kegiatan

1.      Pembuatan buku-buku panduan PKRS terkait Gizi.
2.      Diskusi ahli gizi  untuk asuhan gizi klinik dan masyarakat.  
3.      Penelitian Gizi
4.      Pemberdayaan ahli gizi dan kelompok pendamping gizi keluarga (PGK).
5.      Kegiatan lain yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat di bidang gizi.
6.      Kampanye ASI EKSKLUSIVE.

VI.              Sasaran
Lebih dari 75% kegiatan terlaksana sehingga mendorong upaya Peningkatan Pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung di Bidang Gizi dan Promosi Kesehatan.

VII.          Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

No
Kegiatan
Bulan / Tahun
Hasil
1
Pembuatan Buku PKRS Gizi
Juni  2011
Buku Panduan PKRS dan  Operasionalisasi GCC (Gidhza Care Center).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
2
Diskusi Ahli Gizi
Juli  2011
Notulen Advokasi Ibu dan Anak.
3
Penelitian Gizi
Berkala 3 bulan sekali.
Publikasi Ilmiah
4
Pemberdayaan Ahli Gizi
Hari Gizi dan 
Hari Kesehatan Tiap tahun
Perluasan keanggotaan Ikatan Ahli Gizi Muslim Indonesia dan Perluasan jangkauan kegiatan. 

Pemberdayaan PGK
Hari Gizi dan
Hari Kesehatan Tiap Tahun
Terbentuknya satelit Rumah Sehat/Rumah Gizi PKU.
5
Kampanye ASI Ekslusive
Hari Anak Nasional dan Pekan ASI Ekslusive
Terbentuknya Asosiasi Ibu Menyusui Muslim Indonesia (AIMMI)  atau KP-ASi (Kelompok Pendukung ASI).





VIII.       Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporannya
Setiap kegiatan disertai dengan pelaporan dan dokumentasi yang baik. Kepengurusan kegiatan ini merupakan teamwork antara unit-unit penunjang, unit rawat jalan dan unit humas marketing. Diusulkan agar dikoordinir  oleh unit gizi  dan dalam pelaksanaannya  mengacu kepada arahan Chief Knowledge Officer (CKO). Tim melaporkan berkala kegiatan ini pada direktur dan mempublikasi kegiatan dalam bentuk jurnal kegiatan atau buku hasil kerja sekurang-kurangnya 1 kali dalam satu periode kepengurusan. 

IX.             Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
Pencatatan dan Pelaporan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan  sampai dengan 6 bulan sekali. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana kegiatan Gidhza Care Center dapat  menguatkan dan memberdayakan masyarakat untuk mandiri dalam hal kesehatan terutama terkait dengan Gizi. MKKM mengevaluasi sejauh mana Gidhza Care Center dapat menjadi salah satu unit stratejic untuk memback-up pembiayaan RS dalam 10-20 tahun yang akan datang.  

X.                Anggaran

No
Kegiatan
Jumlah 
Satuan
Jumlah Total
1
Pembuatan Buku PKRS Gizi
1000 buku
5000
5.000.000,-
2
Diskusi Ahli Gizi
4 x/tahun
Konsumsi

3
Penelitian Gizi
1 x/ tahun


4
Pemberdayaan Ahli Gizi
5 ahli gizi


5
Pemberdayaan PGK
3  orang koord x 23 kecamatan.


6
Kampanye ASI Ekslusive di RS dengan metode MGM (member get member).
23 kecamatan  



Temanggung,  Juni 2011
                                           
Inisiator/Chief Knowledge Officer
Gidhza Care Center


Min Adadiyah, SKM.

Rekruitmen Executive Gidhza Care Center

9 September 2018 pagi.

Alhamdulillah pagi itu ditaqdirkan tulisan ttg "Open Recruitment" yang sudah terendap sekian lama terkirim melalui berbagai grup baik di internal RSMT maupun Keluarga Besar Muhammadiyah. Tentu saja menimbulkan beberapa respon. Sebagian besar adalah respon positif dan sebagian lagi masih bertanya-tanya, apa sebenarnya Gidhza Care Center ini. Bahkan  termasuk beberapa pihak yang pernah terlibat diskusi dalam sarasehan relawan tanggal 30 Juni 2018. 

Maka kemudian, dengan memohon ridho Allah SWT, kembali saya buka file-file lama tentang Gidhza Care Center. Termasuk file yang diajukan sejak direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggung masih Dra. Dwi Pudjaningsih, MMR, Apt. Saat itu saya masih di Instlasi Gizi tapi ternyata saya sudah berpikir bahwa ada "sesuatu"  yang bisa dimanfaatkan sebagai cara pemasaran agresif. Bukan model pemasaran seperti orang jualan sepeda motor tentu saja, tapi lebih ke arah Social Marketing. Mungkin  istilahnya akan lebih tepat menjadi Kegiatan Kewirausahaan Sosial. 

Jadi, GCC dalam operasionalisasinya bisa mandiri (berwira usaha), tapi untuk RS PKU Muhammadiyah Temanggung, dia akan menjadi unit pemasar. Mengenalkan nama RS ke seluruh pelosok Temanggung sehingga menghasilkan detailing pasien. Sisi positif lainnya, unit ini akan melakukan peran-peran pendampingan di masyarakat yang seharusnya dilakukan oleh  PKU ketika kita bicara Idealita Lasykar Kyai Soedjak di awal didirikannya PKU dulu. 

Dari sisi wira usaha, GCC akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Mandiri mencari sisi peluang usaha, dan harapannya pada akhirnya akan menjadi salah satu diversifikasi bagi RS. Kemandirian di sini tentu masih harus dikawal dengan tanggung jawab oleh BMP  karena unit ini berisi relawan yang harus dijaga izzahnya. Mereka harus tetap memperoleh penghasilan yang layak selama menjalankan proses-proses mengembalikan sisi filantropi  PKU ini. 

Manajer BMP memikirkan satu alternatif solusi tentang kemandirian yang terkawal ini,  yaitu dengan memanfaatkan fee perujuk (yang sebenarnya dalam proses dihilangkan karena agak menyerempet ke arah riswah). Fee perujuk ini jika diberikan pada mereka yang merujuk berpotensi menimbulkan riswah, tapi jika diberikan pada tim pemasaran yang dibentuk oleh RS insyaallah menjadi halal. (semoga). Sebab, tim pemasaran adalah bagian dari RS yang memang dibentuk untuk mengawal pasien  di rumah,  hingga meminta rujukan ke Puskesmas atau FKTP lain dan pada akhirnya  bisa dirawat sampai di RS. 

Dari sisi RSMT, fee perujuk ini menempatkan RS pada posisi aman tidak harus mengeluarkan biaya gaji. RS masih ada bonus tambahan, yaitu  mendapat dukungan pembiayaan tambahan  untuk pasien dengan kriteria ashnaf  dari LAZISMU. Program-program Tasharuf Lazizmu dapat  tersalurkan melalui pembiayaan kesehatan bagi pasien sesuai MoU Lazismu dengan RSMT. 

GCC menjadi jembatan sekaligus pelaksana tugas dari tiga konsep besar filantropi yang ada di RS, Persyarikatan Muhammadiyah dan  LAZISMU.  

Pada akhirnya, hanya pada Allah SWT berharap. Semoga keberadaan GCC menjadi salah satu hal yang memberi kemanfaatan untuk ummat dengan memadukan tiga tungku sejerangan dalam hal pemasaran sosial dan mengembalikan nilai-nilai filantropi di amal usaha kesehatan Muhammadiyah. Aamiiin. 

Dibawah  ini bentuk Publikasi Open Recrutimennya.
Open Recruitment

Hanya Bagi Aktivis  Muhammadiyah asli !!!

Gidhza Care Center, 
Diversifikasi Usaha milik RS PKU Muhammadiyah Temanggung yg didedikasikan untuk model Pemasaran Agresif RS PKU Muhammadiyah Temanggung bersama MDMC (dan Lazismu) membuka kesempatan untuk posisi berikut ini : 
1. Driver 
2. Ahli gizi/perawat/fisioterapi/farmasi/dokter/bidan/bina ruhani
3. Manajer SDI

Syarat : 
1. Aktif di persyarikatan Muhammadiyah (berdasar rekomendasi dari para pimpinan dan ortom). 

2. Siap memperjuangkan unit usaha ini menjadi salah satu produk filantrofi kesehatan di Muhammadiyah. 

Kirim lamaran anda ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. 
Tulis di sebelah kiri atas lamaran
"Gidhza Care Center"
Ditunggu sampai tanggal 1 Oktober 2018.