ASI EKSLUSIVE di MATA NAKES
RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG
Juni 2011
Pendahuluan
Pendapat dan persepsi tenaga kesehatan dapat menjadi indikator cakupan pemberian ASI ekslusive di sebuah RS. Sebuah pelatihan manajemen laktasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para tenaga kesehatan terhadap sosialisasi ASI ekslusive telah diselenggarakan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung.
Beberapa karyawan yang dipilih secara acak dari petugas yang berkaitan langsung dengan pasien diambil sejumlah 20 orang.
Duapuluh orang tersebut kemudian diberikan pelatihan mengenai manajemen laktasi. Dilakukan pretes dan post test serta diharapkan monitor yang terus menerus dapat menjadikan kegiatan manejemen laktasi dan kampanye ASI Ekslusive menjadi kegiatan yang berkesinambungan.
Output yang diharapkan adalah munculnya konselor atau perempuan tenaga kesehatan yang mendorong budaya pemberian ASI Ekslusive.
Out come yang diharapkan adalah meningkatnya cakupan pemberian ASI Ekslusive yang berimbas pada kecerdasan anak.
Metode
Pengambilan data ini dilakukan di tengah-tengah acara dengan cara mengedarkan kertas potongan seukuran seperempat folio dan meminta peserta pelatihan mengisi. Peserta tidak diminta menuliskan namanya dengan harapan mereka akan menuliskan dengan lebih objective.
Hasil
Dari 20 orang yang diundang, yang datang 16 orang.
Komentar mengenai Alasan/faktor keberhasilan pemberian ASI EKSLUSIVE adalah sebagai berikut :
| No | Komentar Ketidakberhasilan | Komentar Keberhasilan |
|
|
|
|
| 1 | Karena keinginan menyusui kurang | · Ada keinginan menyusui · Dukungan keluarga |
| 2 | · ASI tidak keluar · Bekerja · Kurangnya pengetahuan tentang manfaat ASI | · Tidak bekerja · SDM tinggi (berpendidikan) |
| 3 | Puting susu tidak ada (kurang perawatan). ASI Sedikit Emosi Tinggi | Puting susu menonjol ASI banyak Penuh kasih sayang |
| 4 | Faktor ekonomi (stress) | Ikhlas Penuh kasih saying Keluarga sehat Ekonomi memadai |
| 5 | Kurangnya pengetahuan orang tua tentang manfaat ASI. | Anaknya menjadi sehat. |
| 6 | Faktor Pekerjaan | Kemauan ibu yang kuat untuk tetap menyusui Punya waktu yang luang. |
| 7 | Sibuk kerja Puting lecet Produksi ASi tidak banyak | Tahu betapa besar manfaat ASI bagi bayinya. Sayang dengan bayinya.
|
| 8 | Kurang pengetahuan Kurang informasi Anak Sakit | SDM bagus Komitmen terhadap ASI ekslusive |
| 9 | Ibu kurang/tidak telaten Ibu kurang/tidak sayang bayi Rumah tangga bermasalah | Ibu mencintai anaknya |
| 10 | Ibu bekerja Menggunakan KB hormonal. ASI berkurang Bayi tidak mau menyusu. Lebih sering rewel. | Ibu bekerja yang bisa pulang ke rumah untuk lebih seirng menyusui. |
| 11 | Malas Tidak keluar ASI Takut berubah bentuknya | Ingin anaknya sehat |
| 12 | Belum siap u hamil karena baru pulang dari luar negeri. | Mendapat dukungan dari keluarga Ingin anaknya cerdas. |
| 13 | Malas, mementingkan penampilan dan pekerjaannya. | Tahu pentingnya ASI Ingin selalu sekat dengan anaknya. |
| 14 | Malas karena merasa sibuk | Mempunyai komitmen ASi eksklusive Telaten memerah ASi dan menyimpan. |
| 15 | Takut payudara berubah bentuk Ditinggal bekerja | Semangat karena sudah tahu manfaatnya. Benar-benar ingin anaknya lebih dekat dengan ibunya. |
| 16 | Ibu pekerja yang sibuk. | Ibu tahu pentingnya ASI yang snagat dibutuhkan bayinya. |