Saya sampai pada satu kesimpulan. Jika anda punya cita-cita besar, cukup tulis cita-cita anda dan kemudian berusaha bersungguh-sungguh menjalankannya, setelah itu serahkan sepenuhnya pada Allah SWT.
Allah SWT sudah secara presisi menyiapkan segala sesuatunya untuk mencapai cita-cita besar itu.
Blog ini, salah satu buktinya.
Di sini tercatat sebuah cita-cita besar yang awalnya saya tidak pernah tahu cara mencapainya. Ini kejujuran yang benar-benar jujur.
Blog dibuat tahun 2009. Nampaknya saat itu masih tahap trial, apakah blog ini benar-benar bisa dipakai atau tidak. Tidak nampak aktivitas sepanjang tahun 2010 lalu terlihat kiembali ada artikel di tahun 2011. Menulis mengenai ini. Nutriekonomi. Nampakya saat itu saya sudah mendapat mata kuliah farmakoekonomi di S2 IKM minat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan.
Saya berpikir bahwa hal yang sama bisa dilakukan juga untuk nutrisi.
Saat itu, meskipun posisi saya masih di RS, nampaknya saya mulai lebih perhatian dengan kesehatan masyarakat. Diskusi yang saya bahas pun cenderung mengajak berpikir mengenai scope of work yang spesifik gizi masyarakat. Lebih spesifik lagi : saya mulai memperdalam keberpihakan saya terhadap "orang miskin". Di sisi lain, saya mulai melihat potensi pemberdayaan zakat.
Saya mulai melihat bahwa ahli gizi yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia bisa mengambil peran dalam Kesehatan Dunia. Dunia lho. Tidak hanya untuk Indonesia.
Maka, 17 tahun adalah waktu yang cukup untuk mengevaluasi.
Kini?
Apakah anda sebagai ahli gizi benar-benar telah memberikan kemanfaatan untuk DUNIA? Mulai dari Indonesia? Dari Jawa Tengah? atau bahkan mungkin dari Temanggung?
Fa bi ayyi aalaai robbikumaa tukadzibaan.
Benar-benar Allah SWT saja yang memperjalankan impian ini ketika kemudian di tahun 2026 saya bertemu dengan ayat 105 dari QS Al Anbiyaa, plus QS Ali Imron 103. Mengenai bahwa bumi ini akan diwariskan untuk orang-orang yang sholih. Mengenai Sinergi dan Tali Allah SWT dan disambung dengan ayat 104 nya yang bicara mengenai kaderisasi dan dakwah.
Allah SWT secara presisi telah mempersiapkan 3 laboratorium ini untuk melengkapi semua catatan saya di tahun 2011 tersebut yaitu :
1. Laboratorium Kaderisasi
2. Laboratorium Insan Dakwah
3. Laboratorium Skill Kompetensi
Kini, orkestasi dari semua kegiatan itu sudah dapat pondasi, sebagaimana terekap dalam Instagram berikut :
https://www.instagram.com/p/Cn0jmKAJLRH/?utm_source=ig_web_button_share_sheet
Berikutnya, tinggal mengorkestrasi agar semua potensi dan semua laboratorium ini bisa mewujudkan The Litthe Firdausy dengan RME (Rekam Medis Elektronik) yang SHIQIQ, yang terhubung dengan SIM Manajemen Filantropi (spesifiknya adalah LAZISMU sebagai prototype) . Kerja besar ini tidak mungkin selesai sendirian, maka perwujudannya adalah melalui LABORATORIUM KADERISASI.
Laboratorium ini dibuka di area RS PKU Muhammadiyah Temanggung (plus AKMT Kampus C) beserta satelit-satelit yang berkedip-kedip menerima dan melepaskan sinyal dakwah mendunia. Benar-benar siap mendunia bersama KAMPUS PERADABAN dan BERKEMAJUAN. RSMT menjadi RS PENDIDIKAN. FUNGSINYA benar-benar meluas dan amat sangat luas. Meluaskan baity jannaty.
Allahu a'lam bishowab.
Pembiayaan kesehatan bagi masyarakat miskin menjadi topik utama di beberapa negara Asia saat ini. Salah satu pemikiran yang muncul adalah membiayai preventif dan promotive kesehatan dengan dana zakat.
Zakat sebagai alternatif pembiayaan pembangunan sangat mendukung pemikiran ini karena itu nutriekonomi menjadi topik bahasan yang sangat penting.
Justifikasinya :
1. Gizi atau nutrisi ada di ranah preventif.
2. Semua orang lebih mudah mengakses gizi yang murah daripada obat yang murah.
3. Mencegah lebih murah daripada mengobati.
4. Temuan-temuan mengenai makanan hubungannya dengan kesehatan sudah banyak sekali.
5. Ahli gizi hasil didikan perguruan tinggi sejak D III hingga S 3 Jumlahnya banyak sekali di Indonesia.
Melihat semua latar belakang tersebut perlu research : Bagaimana implementasi nutriekonomi di Indonesia?
Saatnya bagi Ahli Gizi untuk berperan dalam Kesehatan Dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar