QS Al-Ikhlas adalah sebuah surat unik di Al-Qur'an. Berbeda dengan surat lainnya, tidak ada kata "ikhlas" di dalam seluruh ayat di surat ini.
Berikut sebuah testimoni seorang muslimah mengenai salah satu surat di dalam Al-Qur'an tersebut :
Berikut sebuah testimoni seorang muslimah mengenai salah satu surat di dalam Al-Qur'an tersebut :
Temanggung, 21 Ramadhan 1432 H
Q.S surat nomer 114. Al-Ikhlas.
1. Katakanlah bahwa Allah itu Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan dia.
Hari-hari ini ramadhan Lala adalah menterjemahkan dan berupaya menerapkan sebuah ayat dalam kehidupannya. Ayat yang sangat sering dibacakan oleh para asatidz, ibunya , ayahnya, saudaranya dan siapapun. Sering sekali namun..baru ramadhhan tanggal 22 1432 hijriyah ini Lala ‘ngeh’.
Allahu Akbar.
Baru ramadhan kali ini ..
Al-Ikhlas adalah sebuah kumpulan surat dari alQur’an yang unik dilihat dari namanya saja. Berbeda dengan surat lain yang biasanya menyebut nama surat di salah-satu ayatnya. Misalnya saja surat annas itu ada bunyi annas, surat al Baqoroh ada ayat yang berbunyi baqoroh dsb. Namun al ikhlas?
tidak ada bunyi ikhlas di dalamnya. Dia adalah sebuah nama surat. Ia pula yang sering diucapkan orang namun sulit melaksanakannya.
IKHLAS.
Ia adalah yang dengannya Ali Bin Abi Tholib berhasil memenangkan kompetisi mengkatamkan al_Qur’an dalam segera. Sebab mata batinnya yang sangat cerdas menangkap pesan Rosulullah SAW : Al Ikhlas adalah seperti sepertiga dari Al-Qur’an.
Subhanallaah.
Usianya yang sudah menginjak 35 tahun tentunya melewati hari yang tidak sulit untuk menghafalkan suart ini. Seingatnya ayat itu sudah dihafalnya sejak ia belum lagi lulus SD. Kehebatannya sebagai sepertiga dari al-Qur’an juga sudah didengarnya jauh-jauh hari. Namun, kenapa baru sekarang ia benar-benar merasa sangat terkesan dengan ayat ini?
Bahkan ia merasa kesulitan-kesulitannya menjadi hilang begitu saja ketika ia benar-benar berusaha meningat salah satu bunyi ayatnya. Allahu Shomad..
Astaghfirullah…selama ini ia berlarian kesana kemari mencari solusi padahal semua solusi sudha disiapkan melalui satu ayat ini saja. Hanya Allah SWT lah tempat terkokoh baginya untuk bergantung.
Maka pantaslah kemudian ias bersyukur. Fa bi ayyi aallaa irobbikumaa tukadzibaan..Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Alhamdulillah…
Lalu..apa hubungannya dengan Pembiayaan Kesehatan?
Kita pasti ingat bahwa masalah ini adalah masalah terpelik negara kita (Indonesia tercinta..) saat ini terkait dengan komitmen pemerintah, terkait dengan APBN/APBD dan terkait dengan MDG'S.
Pembiayaan kesehatan di Indonesia masih merupakan suatu PR yang sangat besar.
Upaya-upaya sistematis, upaya-upaya strategis, upaya-upaya praktis serta seluruh upaya lainnya hendaklah kita lakukan setelah kita kembali kepada Nya. Allah SWT lah tempat kita bergantung!
Mari moment kemerdekaan yang bertepatan dengan ramadhan ini (persis seperti ketika diperolehnya 66 tahun yang lalu), kita jadikan moment untuk KEMBALI.
MERDEKA yang sesungguhnya adalah MERDEKA dari dominasi siapapun, yaitu dengan ALLAHUSHOMAD..(ALLAH adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu..)!
MERDEKA!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar