Setelah sekian tahun lamanya membaca buku yang ditulis Les Giblin, tahun ini Allah SWT taqdirkan kembali bertemu buku tersebut.
Saya mencoba mereview pencapaian yang telah diperoleh beberapa teman pada saat mereka berproses bersama saya. Hasilnya adalah tentu saja tidak ada orang yang sempurna 100%. Begitu pula saya...haha....
Namun, satu pelajaran penting bagi diri saya sendiri. Anda bisa saja memiliki ego yang terluka, namun anda bisa dan boleh menyampaikan kritik dengan cara yang bijaksana. Mungkin orang itu akan terkejut mengenai pendapat orang lain mengenai diri mereka tapi ketika anda menyampaikan secara privat, dia akan memberi catatan pada dirinya sendiri bahwa yang dia lakukan itu bisa saja melukai orang lain. Yakinkan padanya bahwa dia memiliki dua hal terbaik dan pastikan dia paham bahwa ada 1 hal darinya yang harus diperbaiki. Semoga hal ini bisa terus menerus diperbaiki sehingga pada saatnya dia akan berubah menjadi best partner.
Bonusnya adalah anda bisa menempatkan diri menjadi coach dan pembimbing untuk orang tersulit namun berpotensi sangat besar tersebut.
Saya mencatat ada 4 atau 5 kasus semacam ini. Saya dititipi orang "tersulit" untuk diatasi, namun waktu membuktikan bahwa orang tersulit sekalipun bisa bertumbuh dengan baik ketika kita memberi kepercayaan bahwa mereka bisa bertumbuh menjadi lebih baik. Alhamdulillaahirobbil aalamiiin.
Doa saya semoga ini juga berjalan dua arah. Semoga orang-orang terbaik yang saya maksudkan tadi pun bisa mencintai saya sebagaimana saya pun berusaha mensyukuri kehadiran mereka adalah sebuah tarbiyah atau pengajaran terbaik dari Allah SWT untuk kebaikan diri saya sendiri.
Yuk, Do Our Best.
Bukankah kita ingin seperti Rosulullah yang cintanya pada ummatnya demikian luas? Allahumma sholli 'ala Muhammad. Alllahu a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar