Total Tayangan Halaman

Minggu, 05 Januari 2025

AKMT salah satu wujud RPJP RSMT yang menjelma nyata sekaligus sequel pusaran cinta

 5 Januari 2025

Saat yang tepat untuk melakukan refleksi. Sebuah evaluasi dari sebuah perjalanan yang dimulai kurang lebih 10 tahun lalu atau bahkan  mungkin jauh lebih lama dari itu. Mengenai sebuah cita-cita terwujudnya perguruan tinggi Muhammadiyah di Temanggung. 

Mengapa 10 tahun ? ini jika diambil dari sebuah momentum kehadiran ketua PP Muhammadiyah Prof Dien Samsudin ketika meresmikan gedung Arroyyan RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Tahun 2014. Saat itu, di hadapan ribuan  orang anggota Muhammadiyah yang hadir di acara pengajian akbar, beliau "menantang" Muhammadiyah Temanggung untuk memiliki perguruan tinggi. Sejak saat itu, beberapa kali di beberapa forum, wacana mengenai pendirian perguruan tinggi mulai  lebih sering terdengar. 

Hingga, suatu saat di sekitar tahun 2017. Di salah satu butir rencana pengembangan jangka panjang  (RPJP) 2038 RS PKU Muhammadiyah Temanggung, ada salah satu butir yang berbunyi  "Mendorong  Berdirinya Perguruan Tinggi". Di bahas dan diseriusi di dalam masa kepemimpian direktur RSMT DR. Drg. Edi Sumarwanto MM, MHKes.  Setelah itu forum musyda Muhammadiyah  mengesahkan  pula mengenai wacana ini. Perjuangan sejarah pendirian perguruan tinggi Muhammadiyah Temanggung mulai lebih diseriusi melalui kinerja tim Task Force yang kesemuanya adalah karyawan RS PKU Muhammadiyah Temanggung.  

Pada tahun 2022, tepatnya tanggal 9 September, ijinpun terbit. Alhamdulillah, akhirnya perguruan tinggi Muhammadiyah Temanggung benar-benar telah terwujud. Namanya : Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT). Saya terlibat menjadi salah satu anggota tim task force tersebut. Terlepas dari semua hiruk pikuk serta serbi-serbi pendiriannya, alhamdullillah ala kulli hal. Saya bersyukur diberi kesempatan untuk turut membidani kelahiran bayi bernama AKMT ini. Alhamdulillah.

Rupanya, tidak berhenti dari sekedar tim task force, berikutnya amanah pun harus saya terima untuk membidani sebuah sistem baru bernama direktorat administrasi umum, keuangan dan AIK. (Pengelolaan SDM ada pula di dalamnya), maka dapat dikatakan 4 tungku sejerangan ini harus dibangun dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Hingga kini  menjelang PMB  angkatan ke 3, masih saja ada trial dan trial untuk menyempurnakan bentuknya. Namun, ada satu kesyukuran yang sangat besar yang saya harus garis bawahi dan cetak tebal, AKMT ternyata adalah salah satu wujud dari doa-doa saya yang pernah saya panjatkan. Bersama sekian trial yang tidak selalu berhasil itu pula, alhamdulillah akhirnya AKMT justru mewujudkan berbagi cinta dalam bentuk yang berbeda. Masih di seputar dakwah kesehatan, namun kali ini melalui pendidikan kesehatan. 

Jalan memang masih panjang untuk kelak sempurna, namun setidaknya kita bisa mengatakan bahwa RPJP 2038 ini ternyata direalisasikan lebih awal oleh Allah SWT. Tinggal bagaimana merawat dan membesarkan AKMT ini agar kelak bisa menjadi salah satu bentuk  GRANT MAKING  atau manajemen filantropi sesuai cita-cita awal pendiri Muhammadiyah dalam tema : Schooling, Feeding, Healing. Mewujudkan salah satu visi prodi RMIK mendorong untuk terbentuknya sociopreneurship  di kalangan civitas akademika. 

Tentu tidak selalu mudah, namun bersama ridho Allah SWT dan selalu menggantungkan diri padaNya (Allahu Shomad), akan membuat semuanya menjadi mungkin terlaksana. Di samping itu, ada senjata yang bisa terus diupayakan bernama doa. Doa agar Allah SWT mudahkan semua urusan, agar Allah SWT memberi petunjuk dalam setiap langkah pengembangannya plus diturunkan keberkahan, rahmat dan kesuksesan. Terwujud Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2043 yang dicitakan hingga kemanfaatannya dirasakan sejak masih dalam usia awal pertumbuhannya.  

Buat saya pribadi, realisasi terwujudnya AKMT adalah satu lagi wujud dari proses untuk perwujudan Pusaran Cinta. Di buku yang mengupas kegalauan saya di akhir masa kerja 25 tahun di RSMT itu terbetik keinginan saya untuk melipir agar bisa memberi ruang bagi adek-adek saya di RSMT untuk bertumbuh namun di sisi lain  rasa tanggung jawab saya karena saya  telah diberikan peluang beasiswa untuk studi RPL di bidang RMIK menjadi penghalang untuk saya pensiun lebih awal. Rupanya Allah SWT berikan solusi terbaik. Saya diamanahi untuk turut membesarkan AKMT  sebagai dosen sekaligus Wadir II dan  amanah di RSMT bisa menjadi salah satu bagian dari pengabdian masyarakat saya. Ruang yang jauh lebih luas untuk PUSARAN CINTA.  Alhamdulillaahirobbil aalamiin. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar