Sejak 2018 lalu, pelan-pelan saya mengeja sebuah pemaknaan dari manajemen filantropi dan lebih spesifik lagi mengenai potensi fundraising. Ini praktik panjang dari CFRM saya tentunya. Setelah selesai dan tuntas mengadvokasi GCC RSMT, pelan-pelan saya diberi ruang yang jauh lebih besar bernama AKMT. Masyaallah. Belajar dari proses terdahulu, saya tidak melepas GCC RSMT 100 persen. Tetap ada sisi-sisi pengembangan menjadi sebuah entitas profesional yang harus saya lakukan. Maintenance sistem, mensupervisi sistem dan sambil membangun sistem berikutnya.
Ada yang menduga AKMT lahir langsung besar, sehingga kadang-kadang lupa mencermati bahwa ada hal-hal kecil yang terlewat. Mindset boleh besar tapi action tetap harus dimulai dari kecil, dari melangkah 1 demi satu. Ini pelajaran yang saya peroleh sepanjang tahun 2024. Ternyata, sistem ini hanya nampak besar tapi masih perlu dirawat layaknya bayi.
Maka, saya pun kembali terjun menjadi voluntary. Saya kembali men gambil langkah sebagai intermediary (di samping menjadi grantor). Saya pelan-pelan menemani proses beberapa rekan implementator. Memang tidak mudah, tapi ini harus saya jalani. Itu jalan untuk insyaallah memperpanjang usia produktif saya. Saya memang sudah menyatakan pensiun sejak hampir 3 tahun lalu (saat usia bekerja saya 25 tahun), namun Allah SWT taqdirkan saya menemukan lahan baru untuk saya berkarya.
Menjadi desainer sistem manajemen filantropi. Kali ini di dunia pendidikan. Melalui jalur pendidikan kesehatan. Maka, insyaallah healing, feeding dan schooling menjadi tuntas saya pelajari. Jalan masih panjang, namun telah dimulai. Alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar