KERANGKA
ACUAN PROGRAM
OPERASIONALISASI
GIDHZA CARE CENTER
RS
PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG
Juni
2011-Mei 2014
I.
Pendahuluan
Kinerja rumah
sakit dalam memberikan layanan terbaik perlu didukung kegiatan-kegiatan inovatif yang dapat meningkatkan minat masyarakat untuk lebih memperhatikan
kesehatannya. Kegiatan inovatif yang dimaksudkan antara lain adalah kegiatan
promosi kesehatan di rumah sakit. (Dirjen Yanmed, 2006).
Kebijakan
Nasional mengenai Promosi Kesehatan
diatur dengan Kepmenkes no
1193/Menkes/SK/X/2004 dan Kepmenkes 1114/ Menkes/SK/VIII/2005 tentang Pedoman
Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Petunjuk teknis mengenai Promosi
Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) diatur dengan Kepmenkes 1426/MENKES/SK/XII/2006.
II.
Latar
Belakang
a.
Terkait
Stratejic RS 10-20 tahun yang akan datang.
Masalah
kesehatan yang terkait gizi saat ini semakin kompleks. Di Indonesia, masalah
kesehatan terkait gizi ini akan semakin komplek dan akan bertambah kompleks
sampai beberapa decade yang akan datang. Hal ini berkaitan dengan kondisi sosial
ekonomi masyarakat. Gizi kurang (undernutrition)
menjadi permasalahan yang harus segera ditanggulangi agar tidak terjadi lost generation. Di sisi lain, perubahan
pula hidup telah pula mengakibatkan permasalahan gizi lebih atau overnutrition.
Saat ini sehat
tidak lagi dimaknai sebagai sebuah kondisi tidak sakit namun kondisi sehat
sejahtera jasmani, ruhani, social, ekonomi (WHO, 1999).
RS PKU
Muhammadiyah Temanggung sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah yang
bergerak di bidang kesehatan terbesar di
Kabupaten Temanggung perlu memikirkan sebuah nilai tambah bagi pelayanan
sempurna kepada para pelanggan. Sebagai sebuah amal usaha yang juga harus
dikelola secara lebih professional sebagaimana sebuah perusahaan sudah waktunya
RS PKU Muhammadiyah Temanggung berpikir memfasilitasi orang sehat untuk menjadi
lebih sehat lagi. Terkait dengan melayani orang sakit (bidang kuratif), RS PKU harus kembali ke khittoh awalnya sebagai lembaga sosial sehingga benar-benar membantu warga yang
kesulitan dalam hal biaya kesehatan maka
biaya untuk orang sakit harus ditekan seminimal mungkin. Sebagai
penyeimbangnya, karena petugas yang ada di dalamnya juga harus memperoleh
kesejahteraan yang baik maka dilakukan dengan melayani lebih banyak lagi orang
sehat yang ingin menjadi lebih sehat lagi.
Hal ini insyaallah lebih menguntungkan dan lebih berkah. RS
tidak lagi berharap pada orang sakit tapi justru membantu orang sakit sementara
produk yang dijual dan memberikan
keuntungan adalah produk jasa dan atau barang yang dijual kepada orang sehat.
RS PKU sudah
harus mulai mengubah paradigma sebagai rumah sehat, yaitu rumah untuk
meningkatkan kesehatan.
Sebagai
embrionya, penanganan RS sebagai rumah sehat ini meliputi :
·
Menekankan pada perlunya mempromosikan
betapa pentingnya kondisi sehat untuk dijaga melalui makanan dan pola hidup
sehat (bisa mempromokan unit gizi, fisioterapi, klinik estetis, klinik tumbuh
kembang, laboratorium, dsb).
·
Memudahkan klien untuk memperoleh
makanan sehat yang dimaksudkan. (katering gizi, minimarket makanan sehat, dsb).
·
Memberikan kesempatan lebih banyak
kepada masyarakat untuk memahami ilmu gizi sehingga dapat lebih sehat melalui
makanan. (PKRS, penyuluhan kesehatan di masyarakat, di sekolah, di pesantren, pengajian dan sentra-sentra
kesehatan masyarakat yang lain).
b.
Terkait situasional RS saat ini sebagai
sub system dari Sistem Kesehatan Nasional
RS PKU Muhammadiyah Temanggung dalam kegiatan PKRS
atau yang selama ini disebut PKMRS telah menunjuk unit Humas RS PKU
Muhammadiyah Temanggung sebagai pelaksana kegiatan tersebut.
Gidhza Care
Center ini dimaksudkan sebagai bagian dari RS yang kelak akan bersinergi dengan
unit Humas dan semua unit di RS sebagai Center untuk Promosi Kesehatan Rumah
Sakit di Bidang Gizi. Sinergi yang baik ini diharapkan kelak dapat mendorong RS PKU Muhammadiyah Temanggung menjadi Rumah
Sakit Promotor Kesehatan (Health
Promoting Hospital).
Hal ini diharapkan
menjadi salah satu upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya dan menjadi salah satu upaya masyarakat profesi gizi
mendukung pencapaian MDG’s 2015. Fokus sasaran utama dalam kegiatan Gidhza Care Center adalah ibu dan anak. Sasaran
berikutnya adalah lansia.
III.
Tujuan
1.
Memberikan tambahan muatan dalam kegiatan PKRS.
2.
Mendorong pasien, klien RS dan
masyarakat agar mau dan mampu untuk
lebih mandiri dalam menangani masalah terkait Gizi dan Kesehatan.
IV.
Kegiatan
Pokok
Kegiatan Pokok
dalam Gidhza Care Center adalah pengembangan gizi sebagai upaya pemberdayaan
kesehatan masyarakat RS.
V.
Cara
Melaksanakan Kegiatan
1.
Pembuatan buku-buku panduan PKRS terkait
Gizi.
2.
Diskusi ahli gizi untuk asuhan gizi klinik dan masyarakat.
3.
Penelitian Gizi
4.
Pemberdayaan ahli gizi dan kelompok
pendamping gizi keluarga (PGK).
5.
Kegiatan lain yang terkait dengan pemberdayaan
masyarakat di bidang gizi.
6.
Kampanye ASI EKSKLUSIVE.
VI.
Sasaran
Lebih dari 75% kegiatan terlaksana sehingga
mendorong upaya Peningkatan Pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung di
Bidang Gizi dan Promosi Kesehatan.
VII.
Jadwal
Pelaksanaan Kegiatan
|
No
|
Kegiatan
|
Bulan
/ Tahun
|
Hasil
|
|
1
|
Pembuatan
Buku PKRS Gizi
|
Juni
2011
|
Buku
Panduan PKRS dan Operasionalisasi GCC
(Gidhza Care Center).
|
|
2
|
Diskusi
Ahli Gizi
|
Juli 2011
|
Notulen
Advokasi Ibu dan Anak.
|
|
3
|
Penelitian
Gizi
|
Berkala
3 bulan sekali.
|
Publikasi
Ilmiah
|
|
4
|
Pemberdayaan
Ahli Gizi
|
Hari
Gizi dan
Hari
Kesehatan Tiap tahun
|
Perluasan
keanggotaan Ikatan Ahli Gizi Muslim Indonesia dan Perluasan jangkauan
kegiatan.
|
|
|
Pemberdayaan
PGK
|
Hari
Gizi dan
Hari
Kesehatan Tiap Tahun
|
Terbentuknya
satelit Rumah Sehat/Rumah Gizi PKU.
|
|
5
|
Kampanye
ASI Ekslusive
|
Hari
Anak Nasional dan Pekan ASI Ekslusive
|
Terbentuknya
Asosiasi Ibu Menyusui Muslim Indonesia (AIMMI) atau KP-ASi (Kelompok Pendukung ASI).
|
|
|
|
|
|
VIII. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan
Pelaporannya
Setiap kegiatan
disertai dengan pelaporan dan dokumentasi yang baik. Kepengurusan kegiatan ini
merupakan teamwork antara unit-unit
penunjang, unit rawat jalan dan unit humas marketing. Diusulkan agar dikoordinir
oleh unit gizi dan dalam pelaksanaannya mengacu kepada arahan Chief Knowledge Officer
(CKO). Tim melaporkan berkala kegiatan ini pada direktur dan mempublikasi
kegiatan dalam bentuk jurnal kegiatan atau buku hasil kerja sekurang-kurangnya
1 kali dalam satu periode kepengurusan.
IX.
Pencatatan,
Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
Pencatatan dan
Pelaporan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sampai dengan 6 bulan sekali. Evaluasi
dilakukan untuk melihat sejauh mana kegiatan Gidhza Care Center dapat menguatkan dan memberdayakan masyarakat untuk
mandiri dalam hal kesehatan terutama terkait dengan Gizi. MKKM mengevaluasi
sejauh mana Gidhza Care Center dapat menjadi salah satu unit stratejic untuk
memback-up pembiayaan RS dalam 10-20 tahun yang akan datang.
X.
Anggaran
|
No
|
Kegiatan
|
Jumlah
|
Satuan
|
Jumlah Total
|
|
1
|
Pembuatan
Buku PKRS Gizi
|
1000 buku
|
5000
|
5.000.000,-
|
|
2
|
Diskusi
Ahli Gizi
|
4 x/tahun
|
Konsumsi
|
|
|
3
|
Penelitian
Gizi
|
1 x/ tahun
|
|
|
|
4
|
Pemberdayaan
Ahli Gizi
|
5 ahli gizi
|
|
|
|
5
|
Pemberdayaan
PGK
|
3 orang koord x 23 kecamatan.
|
|
|
|
6
|
Kampanye
ASI Ekslusive di RS dengan metode MGM (member get member).
|
23
kecamatan
|
|
|
Temanggung, Juni 2011
Inisiator/Chief Knowledge Officer
Gidhza
Care Center
Min
Adadiyah, SKM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar