Total Tayangan Halaman

Jumat, 14 September 2018

Konsep Awal ttg Gidhza Care Center (Juni 2011)


KERANGKA ACUAN PROGRAM
OPERASIONALISASI GIDHZA CARE CENTER
RS PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG
Juni 2011-Mei 2014
I.                   Pendahuluan

Kinerja rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik perlu didukung  kegiatan-kegiatan inovatif yang  dapat meningkatkan minat  masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatannya. Kegiatan inovatif yang dimaksudkan antara lain adalah kegiatan promosi kesehatan di rumah sakit. (Dirjen Yanmed, 2006).

Kebijakan Nasional mengenai Promosi Kesehatan  diatur dengan  Kepmenkes no 1193/Menkes/SK/X/2004 dan Kepmenkes 1114/ Menkes/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Petunjuk teknis mengenai Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) diatur dengan Kepmenkes 1426/MENKES/SK/XII/2006.


II.                Latar Belakang

a.       Terkait  Stratejic RS 10-20 tahun yang akan datang.
Masalah kesehatan yang terkait gizi saat ini semakin kompleks. Di Indonesia, masalah kesehatan terkait gizi ini akan semakin komplek dan akan bertambah kompleks sampai beberapa decade yang akan datang. Hal ini berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Gizi kurang (undernutrition) menjadi permasalahan yang harus segera ditanggulangi agar tidak terjadi lost generation. Di sisi lain, perubahan pula hidup telah pula mengakibatkan permasalahan gizi lebih atau overnutrition.

Saat ini sehat tidak lagi dimaknai sebagai sebuah kondisi tidak sakit namun kondisi sehat sejahtera jasmani, ruhani, social, ekonomi (WHO, 1999).   

RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan  terbesar di Kabupaten Temanggung perlu memikirkan sebuah nilai tambah bagi pelayanan sempurna kepada para pelanggan. Sebagai sebuah amal usaha yang juga harus dikelola secara lebih professional sebagaimana sebuah perusahaan sudah waktunya RS PKU Muhammadiyah Temanggung berpikir memfasilitasi orang sehat untuk menjadi lebih sehat lagi. Terkait dengan melayani orang sakit (bidang kuratif),  RS PKU harus kembali ke khittoh awalnya sebagai lembaga sosial  sehingga benar-benar membantu warga yang kesulitan dalam  hal biaya kesehatan maka biaya untuk orang sakit harus ditekan seminimal mungkin. Sebagai penyeimbangnya, karena petugas yang ada di dalamnya juga harus memperoleh kesejahteraan yang baik maka dilakukan dengan melayani lebih banyak lagi orang sehat yang ingin menjadi lebih sehat lagi.
Hal ini insyaallah  lebih menguntungkan dan lebih berkah. RS tidak lagi berharap pada orang sakit tapi justru membantu orang sakit sementara produk  yang dijual dan memberikan keuntungan adalah produk jasa dan atau barang yang dijual kepada orang sehat.
RS PKU sudah harus mulai mengubah paradigma sebagai rumah sehat, yaitu rumah untuk meningkatkan kesehatan.
Sebagai embrionya, penanganan RS sebagai rumah sehat ini meliputi :
·         Menekankan pada perlunya mempromosikan betapa pentingnya kondisi sehat untuk dijaga melalui makanan dan pola hidup sehat (bisa mempromokan unit gizi, fisioterapi, klinik estetis, klinik tumbuh kembang, laboratorium, dsb).
·         Memudahkan klien untuk memperoleh makanan sehat yang dimaksudkan. (katering gizi, minimarket makanan sehat, dsb).
·         Memberikan kesempatan lebih banyak kepada masyarakat untuk memahami ilmu gizi sehingga dapat lebih sehat melalui makanan. (PKRS, penyuluhan kesehatan di masyarakat, di sekolah, di  pesantren, pengajian dan sentra-sentra kesehatan masyarakat yang lain).  

b.      Terkait situasional RS saat ini sebagai sub system dari Sistem Kesehatan Nasional  
RS PKU Muhammadiyah Temanggung dalam kegiatan PKRS atau yang selama ini disebut PKMRS telah menunjuk unit Humas RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai pelaksana kegiatan tersebut.

Gidhza Care Center ini dimaksudkan sebagai bagian dari RS yang kelak akan bersinergi dengan unit Humas dan semua unit di RS sebagai Center untuk Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Bidang Gizi. Sinergi yang baik ini diharapkan kelak dapat mendorong  RS PKU Muhammadiyah Temanggung menjadi Rumah Sakit Promotor Kesehatan (Health Promoting Hospital).

Hal ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dan menjadi salah satu upaya masyarakat profesi gizi mendukung pencapaian MDG’s 2015. Fokus sasaran utama dalam kegiatan Gidhza Care  Center adalah ibu dan anak. Sasaran berikutnya adalah lansia.

III.             Tujuan
1.      Memberikan  tambahan muatan dalam kegiatan PKRS.
2.      Mendorong pasien, klien RS dan masyarakat  agar mau dan mampu untuk lebih mandiri dalam menangani masalah terkait Gizi dan Kesehatan.

IV.             Kegiatan Pokok
Kegiatan Pokok dalam Gidhza Care Center adalah pengembangan gizi sebagai upaya pemberdayaan kesehatan masyarakat RS.  

V.                Cara Melaksanakan Kegiatan

1.      Pembuatan buku-buku panduan PKRS terkait Gizi.
2.      Diskusi ahli gizi  untuk asuhan gizi klinik dan masyarakat.  
3.      Penelitian Gizi
4.      Pemberdayaan ahli gizi dan kelompok pendamping gizi keluarga (PGK).
5.      Kegiatan lain yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat di bidang gizi.
6.      Kampanye ASI EKSKLUSIVE.

VI.              Sasaran
Lebih dari 75% kegiatan terlaksana sehingga mendorong upaya Peningkatan Pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung di Bidang Gizi dan Promosi Kesehatan.

VII.          Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

No
Kegiatan
Bulan / Tahun
Hasil
1
Pembuatan Buku PKRS Gizi
Juni  2011
Buku Panduan PKRS dan  Operasionalisasi GCC (Gidhza Care Center).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
2
Diskusi Ahli Gizi
Juli  2011
Notulen Advokasi Ibu dan Anak.
3
Penelitian Gizi
Berkala 3 bulan sekali.
Publikasi Ilmiah
4
Pemberdayaan Ahli Gizi
Hari Gizi dan 
Hari Kesehatan Tiap tahun
Perluasan keanggotaan Ikatan Ahli Gizi Muslim Indonesia dan Perluasan jangkauan kegiatan. 

Pemberdayaan PGK
Hari Gizi dan
Hari Kesehatan Tiap Tahun
Terbentuknya satelit Rumah Sehat/Rumah Gizi PKU.
5
Kampanye ASI Ekslusive
Hari Anak Nasional dan Pekan ASI Ekslusive
Terbentuknya Asosiasi Ibu Menyusui Muslim Indonesia (AIMMI)  atau KP-ASi (Kelompok Pendukung ASI).





VIII.       Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporannya
Setiap kegiatan disertai dengan pelaporan dan dokumentasi yang baik. Kepengurusan kegiatan ini merupakan teamwork antara unit-unit penunjang, unit rawat jalan dan unit humas marketing. Diusulkan agar dikoordinir  oleh unit gizi  dan dalam pelaksanaannya  mengacu kepada arahan Chief Knowledge Officer (CKO). Tim melaporkan berkala kegiatan ini pada direktur dan mempublikasi kegiatan dalam bentuk jurnal kegiatan atau buku hasil kerja sekurang-kurangnya 1 kali dalam satu periode kepengurusan. 

IX.             Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
Pencatatan dan Pelaporan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan  sampai dengan 6 bulan sekali. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana kegiatan Gidhza Care Center dapat  menguatkan dan memberdayakan masyarakat untuk mandiri dalam hal kesehatan terutama terkait dengan Gizi. MKKM mengevaluasi sejauh mana Gidhza Care Center dapat menjadi salah satu unit stratejic untuk memback-up pembiayaan RS dalam 10-20 tahun yang akan datang.  

X.                Anggaran

No
Kegiatan
Jumlah 
Satuan
Jumlah Total
1
Pembuatan Buku PKRS Gizi
1000 buku
5000
5.000.000,-
2
Diskusi Ahli Gizi
4 x/tahun
Konsumsi

3
Penelitian Gizi
1 x/ tahun


4
Pemberdayaan Ahli Gizi
5 ahli gizi


5
Pemberdayaan PGK
3  orang koord x 23 kecamatan.


6
Kampanye ASI Ekslusive di RS dengan metode MGM (member get member).
23 kecamatan  



Temanggung,  Juni 2011
                                           
Inisiator/Chief Knowledge Officer
Gidhza Care Center


Min Adadiyah, SKM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar