Pada saat konsep mengenai rujuk online BPJS bergulir, BMP RSMT merespon dengan menyiapkan beberapa konsep agar masyarakat tetap dapat mendapatkan layanan di RS PKU Muhammadiyah Temanggung dengan nyaman.
Beberapa masalah yang mulai bermunculan di seputar area rawat jalan, poliklinik dan IGD perlu pensikapan. Antara lain adalah terkait bridging sistem informasi layanan yang masih perlu penyempurnaan dan penyiapan petugas yang memberikan pelayanan di area depan.
Masalah pemasaran, citra baik dan mutu pelayanan memang selalu menarik untuk dibicarakan. Baik dalam konsep maupun tataran realita. Hasil pemasaran agresif yang dilakukan oleh rekan-rekan petugas pemasaran humas dakwah (PHD) akan benar-benar menjadi pasien loyal ketika pemberi layanan yang menerima berkualtias prima. Demikian juga sebaliknya. Jika layanan prima sudah dilakukan dan pasien yang datang mendekat banyak, maka total pasien yang dilayani pun akan semakin banyak. Rumusnya : Semakin banyak yang dilayani akan semakin efektif dan efisisien sumber daya yang digunakan. Rumus ini sudah disepakati secara umum. Termasuk di RSMT.
Maka berikut beberapa hal yang disiapkan BMP untuk menyambut konsep tersebut :
1. Memastikan jejaring dengan FKTP dan dokter keluarga aman. Salah satu yang dilakukan adalah membina hubungan baik. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain, gathering dengan perujuk, mini seminar, bersinergi dalam berbagai kegiatan seperti germas, menjadi panitia HKN, menjadi pemateri sesuai permintaan DKK dsb, mengoptimalkan potensi petugas RS menjadi pemateri di Puskesmas, bersegera memberikan balasan rujukan (surat) ke perujuk dsb. Peran petugas PHD dan kurir surat sangat dibutuhkan di sini.
2. Menyiapkan sistem informasi yang memungkinkan ter link dengan baik sistem rujuk pasien yang ada di RS dengan yang ada di Puskesmas. Kegiatan yang dilakukan : membuka pembicaraan tentang prestasi RSMT dalam hal lean manajemen hospital (pemanfaatan IT untuk meringkas alur kerja di pendafataran sebagai prestasi di tingkat Jateng). Saat ada puskesmas yang merespon, maka petugas IT mencopy software untuk dioprek kemungkinan tersebut. Kegiatan yang dilakukan manajer BMP, diskusi dengan ka bid dan ka sie yang membidangi. Kefahaman arah penggunaan teknologi sangat dibutuhkan di sini. Maka, peran IT menjadi sangat besar dalam program kedua ini.
3. Menyiapkan "jalan pulang kembali ke RS" melalui sms gateway mengingatkan waktu kontrol, dokter praktik, dsb. Operator telepon yang banyak berperan di sini. Database yang digunakan adalah yang input dari rekan-rekan rawat inap dan poliklinik.
4. Menyiapkan pendampingan di masyarakat. Sehubungan dengan masalah sistem baru (online), ada kemungkinan masyarakat yang merasa butuh periksa di RSMT tidak bisa mendapat pelayanan yang semestinya karena online yang diklik di FKTP adalah bukan RSMT. Pasien yang sudah paham betul bahwa memilih FKTRL itu memungkinkan, akan bisa mengadvokasi dirinya sendiri. Namun yang belum, akan sampai ke RSMT tapi di sistem terujuk ke RS lain. Butuh organ pendampingan RS yang banyak terutama di area 15 km seputar RS jika fokus RSMT adalah melayani di area ini.
Butuh banyak sumber daya tambahan di sini karena petugas PHD, operator telepon dan IT sedang konsentrasi di no 1, 2, 3. Maka, alternatif berikutnya adalah optimalisasi jejaring relawan.
5. Relawan bisa bergerak efektif ketika ada program dan kegiatan yang jelas. Harus ada bentuk yang clear dan simpel dalam menjalankan fungsi pemasaran yang nomer 4. Rekruitmen karyawan baru jelas bukan merupakan kebijakan yang populis. Maka, Open Rekruitment dengan memanfaatkan nama dan program GCC adalah alternatif yang paling sederhana. Dengan tujuan yang sama, dengan alternatif kegiatan yang serupa, GCC punya kans untuk melaksanakan peran pemasaran yang nomer 4.
Maka, berdasarkan hal tersebut maka GCC diajukan sebagai salah satu alat untuk Menyambut Era Rujuk Online dengan solusi win win untuk semua. Semoga Allah SWT ridho. Aamiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar