9 September 2018 pagi.
Dibawah ini bentuk Publikasi Open Recrutimennya.
Alhamdulillah pagi itu ditaqdirkan tulisan ttg "Open Recruitment" yang sudah terendap sekian lama terkirim melalui berbagai grup baik di internal RSMT maupun Keluarga Besar Muhammadiyah. Tentu saja menimbulkan beberapa respon. Sebagian besar adalah respon positif dan sebagian lagi masih bertanya-tanya, apa sebenarnya Gidhza Care Center ini. Bahkan termasuk beberapa pihak yang pernah terlibat diskusi dalam sarasehan relawan tanggal 30 Juni 2018.
Maka kemudian, dengan memohon ridho Allah SWT, kembali saya buka file-file lama tentang Gidhza Care Center. Termasuk file yang diajukan sejak direktur RS PKU Muhammadiyah Temanggung masih Dra. Dwi Pudjaningsih, MMR, Apt. Saat itu saya masih di Instlasi Gizi tapi ternyata saya sudah berpikir bahwa ada "sesuatu" yang bisa dimanfaatkan sebagai cara pemasaran agresif. Bukan model pemasaran seperti orang jualan sepeda motor tentu saja, tapi lebih ke arah Social Marketing. Mungkin istilahnya akan lebih tepat menjadi Kegiatan Kewirausahaan Sosial.
Jadi, GCC dalam operasionalisasinya bisa mandiri (berwira usaha), tapi untuk RS PKU Muhammadiyah Temanggung, dia akan menjadi unit pemasar. Mengenalkan nama RS ke seluruh pelosok Temanggung sehingga menghasilkan detailing pasien. Sisi positif lainnya, unit ini akan melakukan peran-peran pendampingan di masyarakat yang seharusnya dilakukan oleh PKU ketika kita bicara Idealita Lasykar Kyai Soedjak di awal didirikannya PKU dulu.
Dari sisi wira usaha, GCC akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Mandiri mencari sisi peluang usaha, dan harapannya pada akhirnya akan menjadi salah satu diversifikasi bagi RS. Kemandirian di sini tentu masih harus dikawal dengan tanggung jawab oleh BMP karena unit ini berisi relawan yang harus dijaga izzahnya. Mereka harus tetap memperoleh penghasilan yang layak selama menjalankan proses-proses mengembalikan sisi filantropi PKU ini.
Manajer BMP memikirkan satu alternatif solusi tentang kemandirian yang terkawal ini, yaitu dengan memanfaatkan fee perujuk (yang sebenarnya dalam proses dihilangkan karena agak menyerempet ke arah riswah). Fee perujuk ini jika diberikan pada mereka yang merujuk berpotensi menimbulkan riswah, tapi jika diberikan pada tim pemasaran yang dibentuk oleh RS insyaallah menjadi halal. (semoga). Sebab, tim pemasaran adalah bagian dari RS yang memang dibentuk untuk mengawal pasien di rumah, hingga meminta rujukan ke Puskesmas atau FKTP lain dan pada akhirnya bisa dirawat sampai di RS.
Dari sisi RSMT, fee perujuk ini menempatkan RS pada posisi aman tidak harus mengeluarkan biaya gaji. RS masih ada bonus tambahan, yaitu mendapat dukungan pembiayaan tambahan untuk pasien dengan kriteria ashnaf dari LAZISMU. Program-program Tasharuf Lazizmu dapat tersalurkan melalui pembiayaan kesehatan bagi pasien sesuai MoU Lazismu dengan RSMT.
GCC menjadi jembatan sekaligus pelaksana tugas dari tiga konsep besar filantropi yang ada di RS, Persyarikatan Muhammadiyah dan LAZISMU.
Pada akhirnya, hanya pada Allah SWT berharap. Semoga keberadaan GCC menjadi salah satu hal yang memberi kemanfaatan untuk ummat dengan memadukan tiga tungku sejerangan dalam hal pemasaran sosial dan mengembalikan nilai-nilai filantropi di amal usaha kesehatan Muhammadiyah. Aamiiin.
Dibawah ini bentuk Publikasi Open Recrutimennya.
Open Recruitment
Hanya Bagi Aktivis Muhammadiyah asli !!!
Gidhza Care Center,
Diversifikasi Usaha milik RS PKU Muhammadiyah Temanggung yg didedikasikan untuk model Pemasaran Agresif RS PKU Muhammadiyah Temanggung bersama MDMC (dan Lazismu) membuka kesempatan untuk posisi berikut ini :
1. Driver
2. Ahli gizi/perawat/fisioterapi/farmasi/dokter/bidan/bina ruhani
3. Manajer SDI
Syarat :
1. Aktif di persyarikatan Muhammadiyah (berdasar rekomendasi dari para pimpinan dan ortom).
2. Siap memperjuangkan unit usaha ini menjadi salah satu produk filantrofi kesehatan di Muhammadiyah.
Kirim lamaran anda ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung.
Tulis di sebelah kiri atas lamaran
"Gidhza Care Center"
Ditunggu sampai tanggal 1 Oktober 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar